Hari Bumi


Bumi semakin Panas

Semakin tak dimengerti cuaca yang pasti

Semakin tak dimengerti apa yang terjadi hari ini


Bumi semakin dingin

Semakin tak diketahui seberapa dingin

hati setiap penghuni

yang diam di sini


Bumi semakin jauh

meski juga ada di dekat

meski juga ada di tangan

tapi hati tak terjangkau tangan....

"Selamat Hari Bumi"

semoga cintamu nyata di sini.

Berkunjung ke Museum Zoologi



Minggu, 29 Maret 2009

Ah, akhirnya berangkat juga ke Museum Zoologi.....setelah sekian lama tidak berjalan-jalan bersama anak-anak dari Bantaran Kali Brantas, Mergosono, Malang, Jawa Timur.
Pagi itu, sekitar pukul 09.00 pagi, kami meluncur dengan mini bus milik Universitas Machung. 29 orang anak bersama 4 orang pendamping. Ini mungkin pengalaman pertama kali naik bus buat beberapa anak. Nampak wajah-wajah tegang mereka bercampur gembira.
Sekitar 30 menit, akhirnya kami sampai di Museum Zoologi, Jl. Karang Widoro 7 Malang. Kami disambut hangat oleh Pak Santo, Direktur Museum, serta Bu Denis, staf pengajar Museum. Pagi ini kami belajar mengenal museum, juga belajar tentang ular.....wouh, ular? Yup. Mengamati ular yang sudah diawetkan sekaligus belajar mengenal ular, benar-benar ular hidup....memegang mereka! Hihhh, geli rasanya. Takut juga ingin tetap mendekati mereka.
Selesai belajar kami berkeliling museum, melihat-lihat apa saja yang tersimpan di sana. Ada harimau putih yang diawetkan, ular kobra, kalajengking, macam-macam kerang laut, penyu,....banyak banget. Ada juga beberapa yang masih dipelihara hidup seperti buaya, elang, burung kasuari, ikan juga penyu. Puas juga berkeliling dan melihat-lihat.
Selesai beristirahat, kita pun akhirnya pulang. Ada beberapa anak yang ‘mabuk’ karena tak biasa naik bus. Tapi semuanya tetap senang, mendapatkan pengalaman belajar baru dari dunia luar.
Puji syukur pada Tuhan, yang memberikan kesempatan ini. Terima kasih buat Kak Cung, Ami, Umi dari Universitas Machung, yang belajar mendampingi anak-anak di Mergosono. Juga Mbak Mayang dan kakak-kakak dari Unibraw, yang mau hadir meski sesaat.
Tetap semangat belajar ya....meski sering kita mengalami keterbatasan!


Selamat...

Selamat Natal 2008 & Tahun Baru 2009

Seperti membuka sebuah pintu
berharap di depan kita terbentang pemandangan indah
dengan hamparan rumput hijau
dengan keindahan bunga
dengan segarnya air yang bergemeriik pelan

Seperti membuka pintu
dan waktupun terentang maju
berharap semua keindahan tak semu
meski harus berjuang meraihnya

selamat berjuang
agar hidup menjadi indah

Desember 2008

Desember 2008

Tak terasa penghujung tahun tiba
ada banyak harapan, kenangan, juga cita
yang berharap bisa ditengok lagi
yang berharap bisa dikoreksi ulang
karena nyatanya tangan tak cukup dua
kaki tak cukup panjang
mulut tak cukup lebar
untuk sama-sama berbagi....

Masih Tetap Belajar







26 Oktober 2008



Pagi ini kami mmeperingati tahun ke delapan kelompok belajar dan bermain di bantaran Kali Brantas, Mergosono, Malang.



Masih sama dengan hari kemarin....



pagi ini kami mulai dengan sikat gigi dan cuci tangan bersama. Biar agak bersih dan wangi memulai hari.



Ada beragam lomba dan permainan bersama anak-anak; mewarna, menggambar, membuat surat, permainan juga acara mendongeng bersama Pak Azis.



Ramai juga, sekitar 40 anak berkumpul, beberapa Mas dan Mbak yang mendampingi, juga beberapa ibu dari warga kampung ikut menunggui dan nimbrung di sana.



Ah, dongeng hari ini tentang Yunus. jadi ingat....kita kan juga sering tak taat bila mendapatkan satu tugas. Mungkin karena capek atau dan jenuh. Bener kan?






Delapan tahun mungkinn baru bilangan di bawah sepuluh. Mungkin juga belum apa-apa untuk sebuah pendampingan anak-anak. Masih banyak 'PR' juga kesetiaan untuk belajar lebih keras menyayangi anak-anak itu.



Doakan ya.... agar delapan tahun bisa terlampaui menjadi sepuluh, puluhan yang lebih besar mungkin dengan karya yang lebih nyata. Terlebih bisa mewujudkan kasih itu sendiri.

Doakan

Delapan tahun dalam bilangan
telah terlewatkan....
Tolong bantu doakan
supaya saya bisa belajar setia
dengan anak-anak di pinggiran kali brantas
dengan anak-anak
yang membawa kecintaan tersendiri dalam hidup ini.


oktober 2008

Bucek


Bucek, anjing kesayanganku.
meski kaki kiri bagian belakangnya pincang, dia adalah anjing paling setia milikku.
sebenarnya, saat kelahirannya dulu dia terlahir bersama beberapa ekor saudaranya....tapi semua mati terendam air, saat terjadi banjir bandang tempo hari
dia sendiri tersangkut dalam got, yang kutemukan saat Bonny, induknya menangis melengking mengira dia telah hilang
makanya aku menamai dia bucek, karena tersangkut dalam kubangan dan becek.
wajahnya menyeramkan, meski demikian dia baik adanya
bisa mengerti apa yang kuomongkan
dan mengerti kegundahan hati
bucek....anjingku
 

Copyright © 2009 ayik-prue Designed by csstemplatesmarket

Converted to Blogger by BloggerThemes.Net