Kemarin malam (11/9), usai ladies night di rumah Kindeng, kami melihat sebentar ke kolam ikan barunya. Bagus sekali. Selain pasir yang dipakai di sekitar kolam adalah pasir asli yang diambil dari laut (pasir putih), dekorasi kolam kecil itu luar biasa.
Malam itu dingin sekali. Angin yang berhembus bebas di seputaran kami terasa menusuk tulang. Sampai-sampai Bertie kedinginan dan berlari cepat ke dalam rumah.
Ohya, langit-langit di atas kolam Kindeng dibiarkan terbuka tanpa atap. Sehingga kami bisa melihat secara langsung langit di malam hari. Langit luas terbentang.
Kebetulan malam itu sangat cerah. Banyak bintang bertaburan di atas langit.....
wah, sementara kami asyik mengobrol.......sruuuuttttt! Lewat sebuah bintang jatuh di atas kami...
kami semua terperangah, hanya bisa melihatnya....
cepat-cepat dalam hati saya membatin, "Tuhan, bisakah saya bertemu kembali dengan sahabat saya, Ian?"
Ya, semua mata terkesima ke atas langit...sampai bintang itu menghilang.
"Wah, kita lupa meminta sesuatu!" ucap seorang teman.
Malam pun berlalu dengan dingin yang menusuk tulang.
0 comments:
Post a Comment