Selamat...
Seperti membuka sebuah pintu
berharap di depan kita terbentang pemandangan indah
dengan hamparan rumput hijau
dengan keindahan bunga
dengan segarnya air yang bergemeriik pelan
Seperti membuka pintu
dan waktupun terentang maju
berharap semua keindahan tak semu
meski harus berjuang meraihnya
selamat berjuang
agar hidup menjadi indah
Desember 2008
Tak terasa penghujung tahun tiba
ada banyak harapan, kenangan, juga cita
yang berharap bisa ditengok lagi
yang berharap bisa dikoreksi ulang
karena nyatanya tangan tak cukup dua
kaki tak cukup panjang
mulut tak cukup lebar
untuk sama-sama berbagi....
Masih Tetap Belajar
Doakan
telah terlewatkan....
Tolong bantu doakan
supaya saya bisa belajar setia
dengan anak-anak di pinggiran kali brantas
dengan anak-anak
yang membawa kecintaan tersendiri dalam hidup ini.
oktober 2008
Bucek
Rumah
sikat Gigi
sikat gigi.....
Semua pasti sudah pernah sikat gigi. Hal remeh bukan? Sesuatu yang mudah.
Tapi, bagaimana semisal kita tak pernah mengalaminya? atau setidaknya jarang bersikat gigi. Pasti jadi sesuatu yang menyenangkan, membingungkan atau pula aneh? Apa perlunya sikat gigi?
Minggu pagi, antara waktu 09.00 dibilangan 1 Juni 2008
kami beramai-ramai menyikat gigi, bersama adik-adik di Mergosono.
Biarpun ada yang bilang sudah sikat gigi, kita semua menyikat gigi beramai-ramai. Menggosok gigi di tanah lapang....srek...srek....srok...srok....srek...srek....
menyenangkan, sambil sesekali bercanda dengan teman.
Hal sederhana bukan, tapi inilah awal pagi kami memulai hari...
menyikat gigi bersama dan kemudian bermain dan belajar bersama.
hmmmm...harum juga mulutku....segar sekali mulutmu.....
Memberi atau Diberi?
Karena berarti masih ada yang mau peduli pada mereka.
Tapi yang jadi kesedihanku adalah...saban kali teman-temanku datang atau temannya temanku yang bawa teman-temannya (he he he bingung kan?) ke Mergosono, selalu membawa apa-apa buat adik-adik di sana.
Senang sih bisa melihat ada orang yang mau membantu mereka,
tapi yang bikin sedih adalah karena ada beberapa anak yang kemudian menjadi seperti selalu berpengharapan akan sesuatu tiap kali aku ke sana.
"Mbak, habis ini dikasih apa?"
duh, sedihnya batinku mendengar itu. kalau sudah begitu jadi malas sekali ketemu mereka.....
tapi mana bisa? kan aku sudah berkomitmen secara pribadi mendampingi mereka dengan segala keterbatasanku.
Tapi, sungguh, aku berterima kasih pada TUHAN
yang selalu memberikan kerinduan hatiku pada adik-adikku di mergosono,
sehingga aku tak jadi down.
ah, memang lebih senang bisa memberi......
meski terkadang kita juga harus bisa sesekali belajar menerima pemberian orang lain
dengan senyum dan penghargaan
Lelah
beberapa waktu ini tiba-tiba menjadi capai luar biasa
badan lemas dan tak bertenaga
meski sebenarnya ada banyak ide berkecamuk di rongga kepala
nyatanya jiwaku tak mendukungnya
dan
aku terjebak bergelung di atas peraduan
lelah.....
Abni
Pagi

Januari
awal tahun juga awal harapan baru
saya dilahirkan di bulan ini
menyenangkan sekaligus melelahkan
kadang orang tak ingat dengan ulang tahun saya...
karena masih sibuk dengan urusan Natal atau kecapian usai pesta tahun baru
tapi apalah arti sebuah ulang tahun, pikir saya
akhirnya terlewat begitu saja....
Januari
meski demikian jadi awal pengharapan saya
bahwa saya harus lebih memiliki arti bagi banyak orang
dan banyak pertanyaan yang masih menyeruak
apakah saya sudah menjadi saluran Berkat bagi-NYA?


